Flores bukan sekadar pulau; ia adalah hamparan petualangan yang tak ada habisnya. Dari naga purba di ujung barat hingga danau tiga warna di tengah pegunungan, Flores menawarkan bentang alam yang dramatis dan kekayaan budaya yang memikat.

Namun, karena bentuk pulaunya yang memanjang dan jalanan yang berkelok-kelok (“Trans Flores”), merencanakan perjalanan bisa sedikit membingungkan. Berikut adalah opsi itinerary terbaik yang bisa Anda pilih sesuai dengan waktu yang Anda miliki.


Opsi 1: The Classic Overland (Labuan Bajo – Ende/Maumere)

 

Durasi Ideal: 5 – 7 Hari Cocok untuk: Petualang yang ingin melihat sisi otentik Flores, budaya, dan alam pegunungan.

Rute ini adalah yang paling populer karena mencakup hampir semua highlight utama daratan Flores. Anda bisa memulainya dari Labuan Bajo dan berakhir di Maumere (atau sebaliknya).

  • Hari 1: Tiba di Labuan Bajo & Persiapan. Nikmati sunset di Bukit Sylvia atau kuliner laut di Kampung Ujung.

  • Hari 2: Labuan Bajo ke Ruteng. Singgah di Sawah Jaring Laba-laba (Spider Web Rice Fields) di Cancar. Menginap di Ruteng yang sejuk.

  • Hari 3: Ruteng ke Bajawa. Kunjungi Kampung Tradisional Bena, sebuah desa megalitikum di kaki Gunung Inerie. Nikmati pemandangan hijau di sepanjang jalan.

  • Hari 4: Bajawa ke Moni. Perjalanan panjang yang terbayar dengan pemandangan Pantai Batu Biru (Blue Stone Beach) di Nangapanda.

  • Hari 5: Danau Kelimutu & Selesai di Ende/Maumere. Bangun dini hari (pukul 04:00) untuk mengejar sunrise di Danau Tiga Warna Kelimutu. Setelah itu, Anda bisa terbang pulang dari Bandara Ende atau lanjut ke Maumere.

Tips: Siapkan obat anti-mabuk perjalanan karena Jalan Trans Flores sangat berkelok-kelok.


Opsi 2: The Dragon & The Sea (Fokus Labuan Bajo & Komodo)

 

Durasi Ideal: 3 – 4 Hari Cocok untuk: Pecinta laut, snorkeling/diving, dan mereka yang ingin melihat Komodo tanpa perjalanan darat yang jauh.

Ini adalah opsi paling santai dan mewah, berfokus sepenuhnya di area Taman Nasional Komodo.

  • Hari 1: Kedatangan & City Tour. Kunjungi Gua Batu Cermin dan sunset di Bukit Waringin atau Puncak Amelia.

  • Hari 2: Full Day Sailing (Speedboat).

    • Padar Island: Trekking untuk pemandangan ikonik.

    • Pink Beach: Bersantai di pasir merah muda.

    • Komodo Island / Rinca: Bertemu kadal purba raksasa.

    • Manta Point: Berenang bersama ikan pari Manta.

  • Hari 3: Island Hopping Santai. Kunjungi Pulau Kelor atau Pulau Kanawa untuk snorkeling santai sebelum penerbangan pulang.


Opsi 3: The Hidden Gems (Larantuka & Flores Timur)

 

Durasi Ideal: 4 – 5 Hari Cocok untuk: Wisatawan religi, pecinta budaya yang tenang, dan pemburu pantai sepi.

Jika Anda ingin menghindari keramaian Labuan Bajo, sisi timur Flores adalah jawabannya.

  • Hari 1: Tiba di Larantuka. Kota yang dikenal sebagai “Reinha Rosari”. Suasananya tenang dengan latar belakang Gunung Ile Mandiri.

  • Hari 2: Wisata Religi & Sejarah. Kunjungi Katedral Reinha Rosari dan kapel-kapel tua peninggalan Portugis. Jelajahi pesisir pantai Mokantarak.

  • Hari 3: Menyeberang ke Adonara atau Lembata. Jika punya waktu lebih, menyeberanglah ke pulau tetangga untuk melihat tradisi perburuan paus (di Lamalera, Lembata – musiman) atau keindahan pantai di Adonara.

  • Hari 4: Wisata Pantai & Pulang. Nikmati pantai berpasir putih di sekitar Larantuka sebelum terbang kembali dari Bandara Gewayantana.


Opsi 4: The Complete Expedition (Flores Full Loop)

 

Durasi Ideal: 10 – 12 Hari Cocok untuk: Hardcore traveler, fotografer, dan peneliti budaya.

Rute ini menggabungkan Sailing Komodo dengan Overland Flores secara menyeluruh, bahkan hingga ke Riung.

  • Hari 1-3: Sailing Komodo (Liveaboard 3H2M). Tidur di kapal di tengah laut.

  • Hari 4: Labuan Bajo ke Ruteng (Cancar Spider Web).

  • Hari 5: Ruteng ke Bajawa (Kampung Bena, Pemandian Air Panas Soa).

  • Hari 6: Bajawa ke Riung.

  • Hari 7: Taman Laut 17 Pulau Riung. Island hopping di pulau-pulau tak berpenghuni dan melihat kelelawar bakau.

  • Hari 8: Riung ke Moni (via Ende).

  • Hari 9: Kelimutu Sunrise & Air Terjun Murundao.

  • Hari 10: Moni ke Maumere (Koka Beach & Museum Bikon Blewut). Terbang pulang dari Maumere.


Estimasi Biaya & Tips Penting

 

  1. Waktu Terbaik: Mei – September (Musim kemarau) adalah waktu terbaik untuk laut yang tenang dan langit cerah.

  2. Transportasi: Untuk overland, sangat disarankan menyewa mobil dengan supir lokal (sewa harian berkisar Rp800.000 – Rp1.200.000 tergantung jenis mobil).

  3. Uang Tunai: Selalu bawa uang tunai (Cash). ATM hanya mudah ditemukan di kota besar seperti Labuan Bajo, Ruteng, Bajawa, Ende, dan Maumere. Di desa adat atau warung pinggir jalan, transaksi non-tunai masih jarang.

  4. Pakaian: Bawa pakaian tipis yang nyaman (katun/linen) karena cuaca panas, tapi jangan lupa jaket tebal untuk area pegunungan seperti Ruteng dan Moni yang bisa sangat dingin di malam hari.

Flores bukan hanya destinasi, tapi sebuah perjalanan spiritual dan visual. Mana pun rute yang Anda pilih, “Bunga” dari Nusa Tenggara ini siap memekarkan kenangan tak terlupakan di hati Anda.

Selamat berpetualang!