1. Labuan Bajo & Sekitarnya (Manggarai Barat)

 

Ini adalah pintu gerbang utama. Tamu biasanya menghabiskan 1-3 hari di sini.

  • Taman Nasional Komodo: Pulau Komodo, Pulau Rinca (melihat Komodo), Pulau Padar (trekking & view), Pink Beach.

  • Wisata Darat:

    • Gua Batu Cermin: Fosil purba dan pantulan cahaya.

    • Bukit Sylvia / Bukit Amelia: Spot sunset terbaik.

    • Air Terjun Cunca Wulang: “Green Canyon”-nya Flores (cocok untuk tamu yang suka berenang).

    • Gua Rangko: Kolam alami biru di dalam gua.

2. Ruteng & Manggarai (Pusat Budaya & Kopi)

 

Perjalanan dari Labuan Bajo ke Ruteng adalah tentang pemandangan sawah dan pegunungan.

  • Wae Rebo: Desa adat di atas awan (Tamu harus trekking 3-4 jam). Wajib tawarkan ini untuk tamu petualang.

  • Sawah Lodok (Cancar): Sawah berbentuk jaring laba-laba (Spider Web Rice Fields).

  • Liang Bua: Gua penemuan manusia purba Homo floresiensis (Hobbit).

  • Desa Ruteng Pu’u: Rumah adat tradisional Manggarai yang mudah diakses mobil.

3. Bajawa & Ngada (Desa Megalitikum & Gunung)

 

Kota dingin yang terkenal dengan budaya leluhur yang masih kental.

  • Kampung Bena: Desa megalitikum paling populer dan terawat.

  • Pemandian Air Panas Soa (Mengeruda): Tempat terbaik untuk relaksasi setelah perjalanan jauh.

  • Bukit Wolobobo: Spot “negeri di atas awan” untuk sunrise/sunset dengan pemandangan Gunung Inerie.

  • Kampung Gurusina & Tololela: Alternatif desa adat jika tamu ingin yang lebih sepi dari turis.

4. Ende (Sejarah & Danau Ajaib)

 

  • Pantai Batu Biru (Blue Stone Beach): Di Nangapanda, hamparan batu berwarna biru alami.

  • Danau Kelimutu (Moni): Danau tiga warna. Wajib bangun jam 4 pagi untuk sunrise.

  • Situs Bung Karno: Rumah Pengasingan dan Taman Renungan Bung Karno (Pohon Sukun Pancasila).

  • Desa Wologai: Desa adat suku Lio dengan arsitektur unik yang berusia ratusan tahun.

5. Maumere & Sikka (Pantai & Tenun)

 

  • Pantai Koka: Salah satu pantai tercantik di Flores dengan pasir putih dan ombak tenang.

  • Gereja Tua Sikka: Gereja peninggalan Portugis dengan arsitektur Eropa-Flores.

  • Bukit Nilo: Patung Bunda Maria Segala Bangsa (wisata religi dengan view laut).

  • Desa Watublapi: Tempat melihat proses pembuatan tenun ikat tradisional Sikka yang rumit.

6. Larantuka (Flores Timur)

 

Biasanya menjadi titik akhir overland atau tujuan khusus wisata religi.

  • Wisata Religi: Kapel Tuan Ma dan Tuan Menino (sangat ramai saat Semana Santa / Pekan Suci Paskah).

  • Pulau Meko (Pasir Timbul): Pulau pasir putih di tengah laut yang indah.

  • Pulau Adonara & Solor: Menyeberang sebentar untuk melihat benteng Portugis dan kehidupan lokal.


💡 Jarak Tempuh untuk Driver

 

Gunakan estimasi ini saat menjelaskan itinerary kepada tamu agar mereka tidak kaget dengan lama perjalanan:

Rute Perjalanan Estimasi Waktu (Non-Stop) Kondisi Jalan
Labuan Bajo âž” Ruteng ± 4 – 5 Jam Mulus, sangat berkelok-kelok
Ruteng âž” Bajawa ± 4 – 5 Jam Berkelok, sering berkabut di sore hari
Bajawa ➔ Ende ± 4 Jam Menurun menuju pantai selatan
Ende âž” Moni (Kelimutu) ± 1,5 – 2 Jam Jalan pegunungan menanjak
Moni âž” Maumere ± 3 – 3,5 Jam Relatif lancar
Maumere âž” Larantuka ± 3,5 – 4 Jam Jalan lurus pesisir utara & bukit